“Ikut arus trend” atau “Lawan arus trend”??
Pertanyaan di atas cukup banyak diperdebatkan di antara para traders. Tentunya tidak jawaban yang pasti betul atau salah dalam hal ini, karena setiap orang punya gaya trade yang berbeda. “Ikut arus” dan “Lawan arus”, masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Hirose akan membahas lebih lanjut mengenai gaya trading ini, untuk membantu Anda semua mana yang paling cocok untuk Anda!
Trade dengan “ikut arus trend”
Gaya trade dimana Anda trading dengan mengikuti arah market saat ini.
Dari contoh chart di atas, ketika market sedang dalam keadaan tren NAIK ⇒ pilih HIGH ; trend TURUN ⇒ pilih LOW
Cukup trading dengan mengikuti arah market saat ini, tidak perlu analisa yang rumit.
Gaya trade ikut arus ini cocok digunakan untuk options dengan jangka waktu pendek (di bawah 3 menit), karena dengan waktu trading yang singkat Anda punya kesempatan trading lebih banyak sambil ikut tren market saat itu.
Trade melawan arus trend
Gaya trade yang dimana Anda trade berlawanan dengan arah market saat itu.
Dari contoh di atas, ketika market sedang trend NAIK ⇒ pilihLOW ; TURUN ⇒ pilihHIGH
Untuk bisa trend dengan gaya ini, dibutuhkan kemampuan utnuk analisa timing kapan trend market akan berhenti, dan berbalik arah, oleh karena itu gaya ini lebih cocok digunakan untuk options jangka panjang (di atas 5 menit).
Pada options janga panjang, Anda punya waktu lebih banyak untuk market bisa berbalik arah. Trade jangka pendek (e.g. 1 menit) dengan cara ini cukup berbahaya, karena masa trade options keburu habis sebelum market berbalik arah.
*KESIMPULAN*
Trade ikut arus trend cocok untuk pemula, karena tinggal trade sesuai arah market saja, jangkwa waktu trading yang pendek (cepat dapat profit!)
Trade melawan arus trend cocok untuk trader berpengalaman, karena butuh kemampuan membaca market untuk menentukan timingkapan market akan berbalik arah.
Gaya trading mana yang cocok untuk Anda?J